Beberapa
hari yang lalu secara tidak sadar, saya telah mengiyakan ajakan teman baik saya
yang tidak begitu baik juga rupanya, sebut saja Kori. Beliau mengajak saya
untuk mengikuti tantangan menulis, lalu saya mengajak yang lain untuk menulis, namun
tidak ada yang tertarik, saya tidak sedih mungkin mereka lagi sibuk. Jadi baiknya
saya langsung menulis saja, biar si Kori ga ngomel-ngomel melulu. Tapi sebelum
tulisan ini selesai, saya harus bersusah payah mencari tempat wifi gratisan
untuk menginstal Ms. word. Mohon maklum adanya, ditempat saya bernafas masih
susah sekali mengakses internet gratis. Setelah beres menginstal Ms. word yang
legendaris, saya langsung menulis, terus bercerita.
Dua
puluh tahun yang lalu, saya masih belum begitu tahu atau bisa disebut gagal
paham dalam urusan memainkan atau hal-hal yang berkaitan dengan musik,
maklumnya karena saya lahir pada tahun 1993. Maaf, ini hanya prolog ga jelas,
jadi jangan di masukkan kedalam hati kisanak.
Dimulai sekitar pertengahan
tahun 2002 Masehi, pada usia sepuluh tahun sejak dilahirkan. Saya memulai
aktifitas menjadi seorang pemain musik. Waktu itu saya terpilih menjadi bagian
dari personel Hadrah aliran Al Banjariyah, maklumlah eike kan bocah alim. Kami
terbagi menjadi 3 kelompok pemukul, pemukul batikah, manikah dan bagolong.
Begitu sih, Pak guru menyebutkannya.
Kami
sering pindah dari panggung satu ke panggung yang lain, namun masih dalam
lingkup pesantren. Kalo acara wajib tahunan yang selalu kami tunggu adalah
acara Haul pesantren. Acara dimana semua penghuni, kerabat beserta masyarakat
sekitar pesantren tumplek blek dan kocar-kacir tertib dikawasan pesantren.
Alasannya sih, Cuma pengen ngeksis dan unjuk kemampuan didepan pembesar dan
tamu pesantren.
Setelah
lulus sekolah dan 3 tahun bergelut di dunia hadrah. Kebanyakan dari kami yang
melanjutkan ke Sekolah Menengah berbasis negeri lebih memilih untuk gantung
rebana, gantung rebana adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang telah
mengakhiri karier bermusik hadrah. Sampai sekarang saya sudah melupakan
beberapa tehnik dasar memegang maupun memainkan rebana. Jadi saya tidak bermain
hadrah dengan rebana lagi, tapi menggunakan kenangan dan imajinasi saya akan
hadrah.
Sedikit
cerita dari saya, meskipun tulisannya masih banyak berantakannya, tapi saya
sudah menulis. Semoga tidak ada pihak yang tersinggung atau marah kepada saya.
Rumah
Bersalin
2015
Masehi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar