16.10.14

Rokok sebagai trend, idealisasi figur dan gaya hidup


Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan jumlah Perokok Terbanyak di Dunia setelah Cina dan India. Jumlah Perokok di Indonesia mencapai 65 juta Perokok. Jumlah Perokok ini pun terus bertambah setiap tahun. Perokok di Indonesia di Klasifikasi dari orang dewasa, remaja, bahkan anak - anak. Namun, yang menjadi masalah penting adalah Perokok di kalangan Remaja.

Para Remaja Perokok mulai dari siswa SMP, SMA, dan Mahasiswa. Sudah sering kita melihat banyaknya siswa SMP dan SMA yang menduduki kios di pinggir jalan sambil menghisap rokok. Sangat di sayangkan sekali jika generasi penerus bangsa ini harus jadi Pecandu Rokok. Merokok bukan hanya jadi gaya hidup, tapi juga sudah menjadi kebutuhan sebagian Remaja.

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya Iklan Rokok yang sangat mudah di temukan di berbagai tempat dan media. Iklan Rokok pada umumnya menampilkan orang yang keren, percaya diri, kreatif, dan berani. Hal ini sangat klop dengan Citra Diri yang banyak di inginkan Remaja. Selain itu, iklan rokok juga menampilkan pesan - pesan motivasi yang bijak. Papan iklan rokok pun berukuran besar dan mudah di lihat.

Merokok biasanya dimulai saat anak memasuki Sekolah Menengah Pertama, biasanya terjadi karena rasa ingin tahu, ajakan teman, dan lingkungan bergaul. Rokok sangat mudah di dapatkan, sehingga dengan mudah anak dapat membeli rokok. Sementara saat mulai menyandang status sebagai siswa SMA, Merokok menjadi gaya tersendiri bagi Remaja. Semakin sering menghisap rokok, ternyata rokok kini menjadi kebutuhan Remaja. Sering kita melihat anak Remaja membeli sebungkus rokok untuk di konsumsi sendiri. Alasannya pun bervariasi, mereka merokok agar lebihpercaya diri, menghilangkan stress, dan mencari inspirasi.

Pada saat ini, sering kita mendengar dari para perokok bahwa, mulut terasa Asam bila tidak menghisap rokok sesudah makan. Tidak sedikit dari Remaja Perokok yang beranggapan demikian, mereka selalu membutuhkan rokok sesudah makan. Hal ini membuktikan bahwa Rokok telah menjadi kebutuhan bagi sebagian Remaja. Selain itu, banyak anggapan bahwa, Rokok membuat percaya diri si penggunanya. Tidak heran jika Remaja zaman sekarang mengantongi sebungkus rokok, bahkan lebih.

Para Remaja sebagai Generasi Penerus Bangsa seharusnya mengetahui lebih dalam tentang bahaya merokok. Rokok mengandung lebih dari 4000 zat berbahaya, 43 zat bersifat karsinogenik yang memicu sel kanker. Penyakit yang di timbulkan karena merokok juga bervariasi, yaitu jantung koroner, stroke, dan kanker. Sudah banyak iklan dan slogan anti Rokok yg beredar di sekolah, tempat umum, dan media. Melaluiedukasi tentang bahaya Merokok, di harapkan para Remaja bisa membantu berperan mengurangi asap Rokok di Indonesia.

Sering kali para wanita menganggap bahwa stress karena bekerja atau tugas yang menumpuk ataupun masalah percintaan bisa dihilangkan dengan cara menghisap rokok. Ada juga wanita yang menganggap bahwa rokok dapat dijadikan obat diet. Karena mereka menganggap bila dengan menghisap rok ok, rasa nafsu makan akan berkurang. Sehingga hal ini dapat dijadikan cara yang praktis untuk mengurangi berat badan. Namun mereka tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari pengguna rokok.

Rokok dianggap menjadi suatu pengisi kekosongan bagi kalangan wanita remaja. Sudah menjadi hal yang tak canggung lagi ketika seorang wanita remaja merokok ditempat-tempat terbuka. Beberapa tempat yang dijadikan tempat asik untuk merokok misalnya kafe, restoran, mall ataupun tempat-tempat nongkrong lainnya. Hal inimemang sudah sangat memprihatinkan, namun inilah kenyataan yang terjadi di kalangan wanita remaja zaman sekarang. Mereka merasa dengan merokok maka mereka akan dianggap keberadaanya dalam suatu kelompok. Mereka tidak lagi memikirkan pandangan buruk yang timbul akibat dari kebiasaan merokok.

Seorang wanita awalnya menghisap rokok hanya sebagai rasa penasaran ataupun coba-coba. Apalagi dengan melihat temannya yang sedang ikut merokok,pastilah ada rasa ingin mencoba. Namun akibatnya akan timbul rasa kecanduan nikotin, zat yang terdapat didalam rokok. Karena faktor lingkungan dan pergaulan inilah biasanya wanita menjadikan rokok sebagai trend. Angka kenaikan perokok dikalangan wanita setiap tahunnya bertambah 5 persen. Rata-rata wanita perokok yang aktif dapat menghisap satu bungkus perhari. Bayangkan saja bila sebulan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan hanya untuk membeli rokok saja. Belum lagi penyakit-penyakit yang akan ditimbulkan dari rokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar