Perkenalkan
kami Siksa Kampus, begitu kami menyebutnya, usia kami telah berjalan dua tahun.
Format kami bukan band atau boyband, lantaran kami fobia akan ketenaran dan
kepopuleran, akhirnya pada saat manifesto siksa kampus , kami menyepakati bahwa
kami adalah sebuah kelompok musik saja, tidak banget. Kami berkedudukan dan sering numpang mandi di
Fakultas Sastra Universitas Jember.
Sebelum
berevolusi menjadi Siksa Kampus, dahulunya kami bergerak di sektor
gambar-menggambar dinding dan sketsa suka-suka di kertas, saat itu kami
tergabung dalam crew Vandal Jepit. Seiring berjalannya waktu dan kami pikir
nama kami terlalu pasaran, akhirnya kami berubah nama menjadi Lembaga Seni
Kampungan (LSK). Perubahan nama tersebut ternyata tidak berdampak apapun bagi
kami. Semuanya berawal dari ajakan iseng seorang kawan untuk menjadi pengisi
acara Unplugged kampus, lalu secara spontan kami mulai belajar bermusik. Nama
Siksa Kampus sendiri ter-ilham-kan dari band metal yang secara sengaja menjadi
guest star dalam acara musik metal tahunan, sebut saja Siksa Kubur. Dan dari
situlah Siksa Kampus lahir secara sehat ke dunia dengan formasi tim
Sadam(vokal), Elmi(gitar), dan Bill(Drum).
Pada
kongres Siksa Kampus yang pertama
diputuskan bahwa Siksa Kampus merupakan bentuk protes kami atas kebijakan-kebijakan
kampus melalui media musik. ternyata keputusan tersebut berdampak pada
keseimbangan formasi tim, salah satu personil kami (sebut saja Bill) lebih
memilih untuk fokus membaca buku dari pada bermain musik. Perombakan pun terjadi,
tiga orang memilih untuk bergabung dan menjadi bagian dari kami. Dengan formasi
baru Sadam(tetep di vokal), Elmi(guitar/vokal2), Rafsanjani(bass),
Robby(guitar2), dan Yondi (drum/kajon). Kami meluncurkan single pertama kami
berjudul Terbunuh Skripsiku. Belum genap usia satu tahun, gitar2 kami meminta
ijin untuk cuti bermusik, dikarenakan beliau masih mengurusi studi s-2 dan
menikah. Akhirnya Guiral bergabung sebagai kondisional player untuk Siksa
Kampus.
Alhamdulilah,
sampai hari ini Siksa Kampus masih ngeksis dan berencana meluncurkan mini album
pertama di penghujung tahun 2015.
Tabik,
Semoga
lekas bubar.
Zimbabwe,
2015


Tidak ada komentar:
Posting Komentar